​
Tampilkan postingan dengan label bunuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bunuh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Agustus 2014

Murid SMP Unggulan Bunuh Guru Di Kelas Karena Handphone

Saat ini sudah tidak asing kita melihat handphone digunakan oleh anak sekolah. Di Indonesia saja, saya melihat anak-anak Sekolah Dasar sudah menggunakan BB dan Android. Kebutuhan informasi menggunakan alat telekomunikasi ini sudah tidak pandang bulu lagi.
Nah, apa jadinya kalau alat komunikasi ini bisa menjadi pemicu perkelahian atau dapat berakibat menghilangkan nyawa??
Berikut info yang saya dapat untuk dapat dishare ke teman2 semua..

Liputan6.com, Linchuan : Insiden mengerikan terjadi di sebuah sekolah di China. Seorang murid menikam leher gurunya sendiri. Sebagai balas dendam karena telepon selulernya disita. Awalnya, pelaku yang hanya disebut sebagai Lei oleh media lokal, kedapatan sedang bermain ponsel di tengah pelajaran kimia di sebuah sekolah di Fuzhou, di sebelah selatan Provinsi Jiangxi. Guru bernama Sun Wakang yang memergokinya menyita gadget si murid.
Hari berikutnya, Lei pergi ke kelas di mana Sun giliran mengajar. Saat itu korban sedang duduk, menyiapkan pelajaran. Tanpa peringatan, sekonyong-konyong pelaku menyerangnya dari belakang.
Guru berusia 32 tahun, ayah seorang anak, tewas di lokasi kejadian. Sementara, murid-murid yang lain berlarian ke luar kelas. Panik.



Lei lalu menelepon layanan darurat setempat dan mengakui perbuatannya, sebelum menyerahkan diri ke polisi. Tak disangka, karir Sun sebagai guru berakhir tragis. "Korban bekerja di Sekolah Menengah Pertama 2 Linchuan selama 5 tahun," kata perwakilan sekolah, Xiong Haishui kepada China.org.cn, seperti dimuat Daily Mail, 18 September 2013.
Padahal, tambah Xiong, Sun hanya menyita ponsel itu selama pelajaran berlangsung. Ia mengembalikannya saat jam pulang sekolah. Tragisnya, kejadian mengerikan itu hanya empat hari setelah Hari Guru di China, momentum murid menghormati guru-guru mereka. Xiong menambahkan, rekan-rekan guru lain sempat mendengar teriakan Sun dan menghubungi layanan darurat. Namun, pengajar malang itu tewas sebelum ambulans datang.
SMP 2 Linchuan adalah salah satu sekolah terbaik dan unggulan di Provinsi Jiangxi. Memiliki rasio tertinggi penerimaan di universitas. (sumber : news.liputan6.com)

Semoga bermanfaat,
Salam,
IT.
{ Read More }


Sabtu, 08 Maret 2014

Cuba bunuh diri kaki lelaki ini putus dilanggar keretapi

 
Coba Bunuh Diri, Kaki Kakek Buntung Disambar Kereta
triibunnews.com/wahyu aji
Sumarta tergolek ketika ditolong warga 
 
 
     
     


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dipercayai berniat mengakhiri hidupnya, seorang lelaki tua nekat melintas rel dimana kereta api yang sedang melaju kencang di dekat Stesyen Pondok Jati Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Minggu (4/11/2012).

Beruntung nyawa Sumarta (78) masih dapat diselamatkan. Hanya saja Keretapi Express jurusan Jakarta-Cikampek membuat kaki kanannya buntung.

Salah seorang saksi   Fathoni (32) memberitahu ketika itu Sumarta terlihat sengaja menghampiri keretapi. Padahal sejumlah petugas berusaha meneriakinya agar tidak berada dekat rel.

"Kalau tak ada kereta dia diam. Begitu kereta lalu eh malah sengaja mahu menyeberang. Bahkan petugas sempat menariknya saat mencuba menabrakkan diri ke kereta yang melaju kencang," kata petugas keselamatan Stesyen Pondok Jati tersebut.

Sukenti (57) isteri mangsa yang diketahui warga Gang Salam 1, Jalan Utan Kayu Manis VIII, Rt 003 RW 08, No 11, Kelurahan Kayu Manis Matraman tersebut, membantah dugaan bunuh diri dilakukan suaminya. Menurutnya Sumarta sudah pikun dan tuli.

"Pendengarannya memang sudah takjelas. Tapi maunya jalan keluar rumah terus," kata Sukenti.

Dalam kondisi menjerit kesakitan lelaki tua malang tersebut dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menggunakan kereta patroli Polsek Matraman untuk diubati.
{ Read More }


IconIconIconFollow Me on Pinterest